Rabu, 16 Desember 2009

Miripkah ??

20 komentar
“Si Anu mirip ya dengan Si Itu ?”, entah sudah berapa kali kuucapkan kalimat seperti ini dalam hidupku. Kalimat yang kuucapkan ketika melihat seseorang berwajah mirip dengan orang lain. Kita gampang saja menilai kemiripan wajah orang. Sedangkan orang bersangkutan yang wajahnya dimirip-miripkan itu biasanya tidak merasa. Bahkan ketika wajahnya dimiripkan dengan wajah saudara kandungnya sekalipun.

Selasa, 24 November 2009

Anaknya Disayang Dong !

11 komentar
“Ta mo bage pangana !!”. Kalau diartikan kira-kira artinya, “Kuhajar kamu !!”. Teriakan itu lagi. Entah pagi, entah siang, entah sore. Itu teriakan sang oma tetangga depan rumah. Yang diteriaki satu dari beberapa cucu laki-lakinya yang menurutnya sangat nakal. Dari pengamatanku, cucunya baik-baik saja kok. Masih dalam batas normal. Sang opa yang berbadan tinggi besar tak beda jauh perangainya. Senang berteriak saat memarahi cucunya. Satu lagi, sang menantu yaitu istri dari anak laki-laki mereka. Syukurlah suaminya “tidak doyan” mengeluarkan suara berisik juga. Huff…

Minggu, 22 November 2009

Menteri atau artis ?

4 komentar
Saya teringat beberapa tahun lalu ketika menonton sebuah acara remaja di salah satu stasiun televisi swasta. Acara seperti ini ya yang disebut variety show ? Di dalamnya memuat beberapa sesi berbeda. Ada liputan, kuis, ramalan bintang, dan lain-lain. Salah satu sesi, entah namanya apa dibuat seperti format acara cepat tepat. Dua regu yang masing-masing terdiri dari dua atau tiga orang anak SMU (lupa) saling berebut menjawab pertanyaan – pertanyaan untuk memperoleh poin sebanyak-banyaknya.

Senin, 16 November 2009

Belajar di Perantauan

12 komentar
“Singa jika tidak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa. Merantaulah, maka kau akan dapatkan banyak hal. Kau akan dapatkan pengganti dari sanak familimu.”
Kutipan ini kudapatkan saat mendengar siaran sebuah radio. Sayang sekali saya lupa siapa pemilik kutipan ini. Segera kuabadikan di catatan telepon genggam karena sangat mengena di benakku.

Minggu, 30 Agustus 2009

Saya di Manado

11 komentar
Manado… Tak pernah terbayang kalau saya akan tinggal di kota ini. Walaupun masih berada di satu pulau dengan dua kota tempat tinggalku sebelumnya (Kendari dan Makassar), Manado sangat asing bagiku. Namun pekerjaan sebagai abdi negara lah yang akhirnya membawaku kesini. Itulah rahasia Allah, apa yang akan terjadi manusia tak pernah bisa tahu pasti. Karena itulah dalam ilmu Statistika dikenal istilah peluang. Kita hanya bisa menghitung seberapa besar peluang kejadian yang akan terjadi. Tidak ada rumus matematika untuk menentukan kejadian apa yang akan terjadi besok. Hehehe jadi ingat masa-masa kuliah. Kembali ke soal kesanku terhadap kota tempat tinggalku sekarang ini. Tentunya tiap kota memiliki perbedaan. Dan itulah yang menjadi salah satu sisi menarik dari berpindah tempat tinggal. Karakteristik kotaku sebelumnya yang kujadikan parameter untuk memberi kesan terhadap kotaku yang sekarang.

Cinta Tak Harus Memiliki

3 komentar
Kalimat yang sudah sangat familiar di telinga dan mata. Biasanya suatu ungkapan menjadi sering digunakan oleh masyarakat jika maknanya disetujui atau dibenarkan oleh akal. Dengan kata lain, artinya tidak mengada-ada. Namun bagiku agak mengganjal. Setiap mendengar kalimat ini, ada penolakan kecil di dalam benakku. Entah akal atau perasaanku yang tidak menyetujuinya.

Jumat, 07 Agustus 2009

Narsisme Dalam Manajemen

2 komentar
Semalam saya mendengar siaran radio. Ada sebuah cerita yang membuatku ingin menceritakannya kembali. Dengan menuliskannya di sini, saya harap tidak akan terlupakan karena ada arsipnya. Bagiku ini menarik.

Rabu, 05 Agustus 2009

Award Kedua

2 komentar
Dapat award lagi nih. Kali ini dari Mas Doyok, makasih ya... Seperti sebelumnya, instruksinya ku copy-paste saja deh biar tidak repot. Lagipula kata-kata dari Mas Doyok sangat mudah dipahami.

Rabu, 29 Juli 2009

Award Pertama-ku

0 komentar

Sebenarnya saya belum terlalu mengerti dengan Penganugerahan Award di kalangan para blogger ini. Sebelumnya sudah sering melihat di blog teman-teman. Saya pikir penerima award ini adalah mereka yang sudah "profesional" baik dari segi design blog maupun isi tulisannya yang berbobot. Makanya cukup mengejutkan ketika membaca komentar salah satu teman yang berkunjung di blogku. Oleh Akhi Rido Wahyudi saya juga diberi award. Begitu membaca instruksinya, sedikit membingungkan bagiku yang sangat awam ini. Karena waktuku yang tidak banyak untuk mengutak-atik blog, instruksi ini kuabaikan dulu. Namun keesokan harinya, saat membuka akun blog akhirnya saya terdorong juga untuk meluangkan waktu sedikit untuk mencoba menjalankan langka-langkah supaya bisa dapat award. Biar tidak semakin membuatku bingung, ku copy-paste saja. Seperti teman-teman lain :)

Selasa, 28 Juli 2009

Sebuah Tugas Baru

0 komentar
Hari ini saya berhasil menyelesaikan sebuah tugas baru. Sebuah tanggung jawab baru. Jika biasanya saya hanya bekerja di belakang meja berkutat dengan data-data guru, kali ini saya harus berdiri di depan guru-guru SMP dan SMA. Sebuah tugas yang mungkin bagi pegawai lain hanya sebuah tugas kecil. Saya dan seorang teman diserahi tanggung jawab membawakan materi “ICT dan kaitannya dengan imtaq”. Bagiku ini besar karena ini pengalaman pertamaku sebagai pengajar di pendidikan dan pelatihan yang diadakan di kantorku. Sebenarnya masalah ajar-mengajar adalah bagian para pejabat fungsional yang disebut dengan Widya Iswara (WI). Tetapi karena di lembaga tempatku bekerja ini yaitu LPMP Sulawesi Utara, hanya memiliki satu tenaga WI IT (itupun beliau sedang menyelesaikan pendidikan S3) maka khusus materi ini dipercayakan ke para staf seksi Program dan Sistem Informasi (PSI) dimana saya bertugas.

Antara Bapak dan Facebook

1 komentar
Kemarin saya menerima pesan singkat dari nomor telepon seluler bapak. Isi pesan itu adalah informasi bahwa bapak dan mama (begitu saya dan saudara-saudara saya biasa memanggil orang tua kami) sedang berada di Raha tepatnya di rumah salah satu adik mama. Raha adalah sebuah ibukota kabupaten di Sulawesi Tenggara yang merupakan kota kelahiran mama. Sehari sebelumnya mereka masih berada di Bau-bau untuk menghadiri pesta pernikahan seorang kerabat.

Jumat, 17 Juli 2009

Akhirnya Saya Bisa !

5 komentar
Setiap melewati rumah itu ada sedikit ketakutan yang kurasakan. Mungkin inilah yang disebut dengan Paranoid, takut akan sesuatu. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan rumah itu. Tidak ada desas-desus yang mengatakan kalau rumah itu berhantu. Tahu tidak kenapa ? Di rumah itu ada anjing peliharaan yang pernah menggonggongku. Sejak saat itu saya selalu was-was setiap melintas di depan rumah itu. Apalagi kalau pagar besinya terbuka. Saya membayangkan si anjing tiba-tiba keluar dan langsung menggigitku. Begitulah sifatku dan juga mungkin sebagian orang. Selalu membayangkan hal buruk yang belum tentu akan menimpa kita. Padahal tidak baik ya seperti itu.

Too Much Love Will Kill You

2 komentar
Too Much Love Will Kill You, judul lagu dari Queen. Lagu yang populer di tahun 1990-an. Itu menurut seorang teman kantor yang 5 tahun lebih tua dariku. Beberapa lagu Queen cukup akrab di telingaku, kecuali lagu ini. Saya baru mendengar hingga kemudian tahu bahwa ini milik Queen, ketika kasus pembunuhan Nasruddin dengan tersangka Antasari Azhar heboh menjadi pemberitaan di mana-mana. Lagu ini dijadikan soundtrack oleh Metro TV setiap kali berita ini yang ditayangkan.

Kalau Orang Buta Bermimpi

1 komentar
Tulisanku ini kutemukan dalam blog yang coba-coba kubuat di situs pertemanan Friendster. Kutulis 1 atau 2 tahun lalu, sudah lupa juga. Sejak saya berpaling ke Facebook, akun di Friendster jadi terabaikan. Kisah ini saya dengar di sebuah radio.

Selasa, 14 Juli 2009

Orang Miskin

0 komentar
Sewaktu masih bekerja di OK Sentral Obgyn RSUD Labuang Baji, mamaku sering bercerita tentang kesehariannya bekerja di kamar operasi kandungan itu. Kebetulan rumah sakit ini melayani pasien yang masuk Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Oleh karena itu pasiennya kebanyakan adalah masyarakat dari golongan menengah ke bawah yang berasal dari kota Makassar atau kabupaten di Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan sendiri masih banyak ditemui orang-orang dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang pas-pasan atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Pemadam Kebakaran

4 komentar
Tadi saya menerima telepon dari seorang sepupu di Ternate. Dia mengabarkan bahwa rumahnya habis terbakar bersama hampir 300 rumah lainnya. Hampir satu RT lah. “Innalillahi wa innailaihi raajiuun” ucapku. Itulah kuasa Tuhan, tak satupun dari kita bisa menolaknya. Syukurlah kakak sepupuku beserta keluarga baik-baik saja. Katanya, penyebab kebakaran adalah lilin yang nyala apinya menyambar kain gorden salah satu tetangga mereka.

Senin, 13 Juli 2009

Mengajar Anak-anak

4 komentar
Sehabis membaca SPIRIT tabloid terbitan Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Depdiknas, saya jadi rindu mengajar anak-anak lagi. Melihat ekspresi anak-anak kampung di sampul tabloid ini jadi ingin mengajar mereka. Tahun 2007 saya pernah menjadi guru les privat dua anak. Satu anak kelas 2 SMP dan yang seorang lagi kelas 2 SD. Kedua muridku ini memang bukan anak kampung seperti di tabloid. Mereka anak orang mampu, sehingga punya kesempatan untuk didatangkan guru privat ke rumah mereka. Padahal kalau dipikir, tempat mereka memperoleh pendidikan formal adalah sekolah mahal dan kualitasnya sudah sangat dikenal di kotaku. Tanpa les pun nilai baik bisa diraih. Yah ini adalah tujuan kebanyakan orang tua menyewakan guru les untuk anaknya.

Jumat, 10 Juli 2009

Nenek Pengumpul Sampah Plastik dan Ibu

0 komentar
Ada seorang nenek yang tiap subuh lewat di depan rumahku. Selepas waktu shalat subuh, nenek yang sudah bungkuk itu pasti lewat dengan menenteng kantong plastik besar warna hijau. Kantong itu berisi gelas-gelas bekas air mineral, mungkin juga botol-botol plastik. Tapi biasanya hanya berisi gelas-gelas bekas. Kadang nenek itu berjalan sendiri, kadang bersama seorang nenek lain. Tapi paling sering dia jalan sendiri. Entah dari mana hingga ke mana dia berjalan. Kami sekeluarga sudah hapal betul dengan nenek itu. Hingga suatu saat keluargaku akhirnya bisa “berkenalan” dengannya. Awalnya mamaku yang menegurnya. Mama mulai bertanya dimana rumahnya, dia berjalan hingga ke mana, berapa anaknya, mengapa hingga setua itu masih saja bekerja sekeras itu.

Minggu, 28 Juni 2009

Khayalan sederhana

2 komentar


Beberapa waktu lalu saya bersama empat orang teman berekreasi ke Danau Linow di daerah Tomohon. Begitu turun dari mobil, spontan saya mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kekaguman yang besar. Tidak langsung bertasbih, astagfirullah. Indah, cantik, tenang. Itu kesan pertama yang muncul. Airnya berwarna hijau tidak merata, di suatu sisi berwarna hijau muda, di sisi lain hijau sedikit lebih tua. Rupanya tempat ini masih terbilang baru dibuka. Menurut teman yang membawa kami kesana, baru dua tahun dibuka. Mungkin karena itulah dan bukan hari libur (waktu itu hari Jumat), tempatnya tidak terlalu banyak pengunjungnya. Tapi itu yang saya suka. Mengunjungi tempat wisata alam yang tidak terlalu ramai. Ketenangannya masih terasa. Kalau mendengar dialek orang-orang yang berkunjung, kebanyakan orang dari luar Sulawesi Utara. Logat Jakarta, Bandung, Makassar (itu kami hehehe), sedangkan turis asing ada yang turis barat entah dari negara mana serta turis Asia.

Jumat, 26 Juni 2009

Kisah Penderita Sindrom Tourette

1 komentar
Semalam nonton sebuah film di HBO. Sayangnya saya tidak tahu judulnya. Terlambat menyalakan televisi. Sampai filmnya habis, judulnya tidak pernah muncul. Film yang sederhana tapi menyentuh. Tentang seorang pemuda penderita Sindrom Tourette, Brad Cohen yang ingin sekali menjadi guru. Itu cita-citanya sejak kecil. Berkali-kali melamar di sekolah, berkali-kali pula ditolak. Dia cerdas, seandainya tidak memiliki “disability” ini pasti tidak perlu melamar sampai 25 sekolah untuk bisa diterima menjadi pengajar. Yang menjadi kendala adalah pihak sekolah khawatir jika guru dengan kelainan ini bisa mempengaruhi mental anak-anak didiknya. Pelajaran tidak dapat diserap dengan baik karena mereka harus terganggu dengan suara-suara dan gerakan si guru yang keluar secara refleks.

Kisah di penderita Sindrom Tourette

0 komentar
Semalam nonton sebuah film di HBO. Sayangnya saya tidak tahu judulnya. Terlambat menyalakan televisi. Sampai filmnya habis, judulnya tidak pernah muncul. Film yang sederhana tapi menyentuh. Tentang seorang pemuda penderita Sindrom Tourette, Brad Cohen yang ingin sekali menjadi guru. Itu cita-citanya sejak kecil. Berkali-kali melamar di sekolah, berkali-kali pula ditolak. Dia cerdas, seandainya tidak memiliki “disability” ini pasti tidak perlu melamar sampai 25 sekolah untuk bisa diterima menjadi pengajar. Yang menjadi kendala adalah pihak sekolah khawatir jika guru dengan kelainan ini bisa mempengaruhi mental anak-anak didiknya. Pelajaran tidak dapat diserap dengan baik karena mereka harus terganggu dengan suara-suara dan gerakan si guru yang keluar secara reflek.

Kamis, 25 Juni 2009

5 Things I'd Like to See Disappear Forever!

0 komentar

5 Things I'd Like to See Disappear Forever : liers, gossipers, things that smells bad, jealousy, rudeness.

Wallpost-ku di Facebook tanggal 25 Juni 2009 hari Kamis. Lier atau pembohong kupilih pertama. Itu yang pertama terpikir di benakku. Alasannya, saya sendiri adalah orang yang sangat menghargai kejujuran. Jujur adalah salah satu prinsip hidupku. Apapun itu lebih baik jika dikatakan yang sebenarnya. Bohong untuk menyenangkan hati orang lain efeknya hanya sementara. Dan selanjutnya hanya membuat kecewa, sedih, dan terkhianati.

Bayangkan orang yang sehari-hari selalu menggunakan kejujuran di setiap langkahnya, harus menerima pedihnya dibohongi. Wuih sakit… Niat baik untuk tidak berburuk sangka kepada orang lain ternyata bisa mengakibatkan “si empu niat baik” itu terluka hatinya.

Tetapi selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian buruk yang menimpa manusia. Masih bisa kuucapkan Alhamdulillah atas cobaan ini. Syukurlah saya hanya merasakan sakit hati karena dikhianati. Bukan beban mental karena telah mengkhianati orang lain. Menyakiti hati orang, ternyata bagiku bisa menjadi beban moral yang berat. Merasa bersalah. Kata “maaf” bisa saja diucapkan dengan penuh penyesalan. Dan orang yang tersakiti itu bisa saja memaafkan. Tetapi tahukah kita seberapa ikhlas sang “korban” memaafkan kita. Atau malah dia tidak akan pernah memaafkan kita ? Jadi, biarlah saya saja yang sakit, bukan orang lain. Luka di hati Insya Allah bisa disembuhkan perlahan-lahan. Masih ada Allah SWT yang akan selalu memberi petunjukNya. Selama hanya Dia-lah tempat kita berserah diri.

Selasa, 16 Juni 2009

Belumlah terlambat

3 komentar
Belumlah terlambat untuk blogging :). Dengar istilah blog sebenarnya sudah lama tapi tidak pernah tertarik untuk mencoba membuatnya. Kupikir buat apa sih? Belum perlu. Tapi sejak kena demam Facebook jadi kepikiran buat blog. Ingin menulis apapun yang terlintas di benakku, namun tidak di Facebook. Dimana semua temanku bisa membacanya. Padahal blog juga memungkinkan semua orang membaca ya? :)Yaah paling tidak, tidak "segratis" di Facebook.
Akhirnya kuputuskan untuk membuat sebuah akun disini. Itupun atas masukan seorang "kopral" :). Dan ternyata... akun atas nama imelku sudah terdaftar sejak Juli 2008. Itu berarti sebenarnya niat untuk buat blog sudah sejak setahun lalu.
Sekarang akun blog sudah ada. Mau tulis apa nih??