Selasa, 24 November 2009

Anaknya Disayang Dong !

“Ta mo bage pangana !!”. Kalau diartikan kira-kira artinya, “Kuhajar kamu !!”. Teriakan itu lagi. Entah pagi, entah siang, entah sore. Itu teriakan sang oma tetangga depan rumah. Yang diteriaki satu dari beberapa cucu laki-lakinya yang menurutnya sangat nakal. Dari pengamatanku, cucunya baik-baik saja kok. Masih dalam batas normal. Sang opa yang berbadan tinggi besar tak beda jauh perangainya. Senang berteriak saat memarahi cucunya. Satu lagi, sang menantu yaitu istri dari anak laki-laki mereka. Syukurlah suaminya “tidak doyan” mengeluarkan suara berisik juga. Huff…

Kadang saya bisa dengan mudahnya mengabaikan teriakan-teriakan itu. Namun kadang, terdengar seperti mereka sedang berteriak tepat beberapa centimeter saja dari kupingku. Sekali-sekali saat sudah mulai kesal karena merasa terganggu, saya berpikir, ”Apa tidak sakit tuh leher?”.

Mereka sadar tidak ya kalau kebiasaannya sudah menyakiti orang-orang di sekitarnya. Bukan sekedar menyakiti telinga, hehehe jahatnya diriku. Sebenarnya ada hati juga yang mungkin sedikit tersakiti. Bapak dan ibu kosku adalah pasangan suami istri yang sudah menikah empat tahun namun belum juga mempunyai anak.

Ibu kos yang umurnya setahun lebih muda dariku pernah menunjukkan “kekecewaannya” melihat sang menantu dari sang oma yang begitu kasarnya memarahi anaknya yang baru berusia 3 tahun itu. Seolah-olah anak itu sudah sangat paham bahwa apa yang dilakukannya itu adalah salah. Anak dan menantu sang oma ini memang tidak perlu menunggu lama untuk memiliki anak. Hanya beberapa bulan menikah sang menantu sudah hamil. Sangat berkebalikan dengan ibu kosku yang begitu mengidam-idamkan, jangankan melahirkan anak, telat datang bulan 2 minggu saja sudah membuatnya senang bukan main. Sayangnya itu hanya telat biasa. Tak pernah terus hingga 9 bulan.

Tiap melihat siaran berita tentang pembuangan bayi di wc umum, tempat sampah, selokan, dan tempat-tempat tidak layak lainnya, ibu kos selalu berkata (meski tidak dalam keadaan berderai air mata, :)), “Waduh bayi kok dibuang-buang. Kita disini hamil saja susah”.

11 komentar:

-Gek- mengatakan...

Ah, rahasia Tuhan mah kalo itu mbak..
kalau bapak saya bilang,

"jodoh, rejeki, mati" itu Tuhan yang mengatur, tak ada yang bisa kita lakukan.

Biarlah sang sutradara tentukan jalan hidup, kita idem mengikuti.

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

Duh...jangan dimarahin dong tapi di ajari...anak tu titipan Allah..yang ga' sob..

Hana Mugiasih mengatakan...

Gek--> Iya betul sekali... Saya cuma ingin mengatakan bahwa kalau sudah punya anak, ya diperlakukan dengan baik lah. Ingat bahwa banyak sekali orang yang sangat ingin memiliki anak tapi belum diberi olehNya. Jadi syukurilah, salah satunya dengan cara mendidik dengan cara yang baik.
Willyo--> Butul itu sob!! *kata orang Manado*

-fifin- mengatakan...

sesuatu yang sudah ada di tangan sering kali tidak disyukuri..tapi baru akan terasa ketika hilang atau kita belum mendapatkannya..

mbahdien mengatakan...

Sudah 1 thn saya nikah, tapi kemarin nunda dulu dan bbrapa bulan ini mulai tancap gas. Emang baru sebentar sih, tp istri saya kepingin banget punya anak. Baru telat berapa hari dia langsung tes, dan hasilnya slalu negatif. Kadang saya kasihan juga mbak blm hamil2. Tp saya positif aja berprasangka baik ama Allah. Mungkin blm saatnya kali dititipin.
Yang penting terus berdoa aja mbak. Nyontoh Nabi Ibrahim yg terus berdoa ampe tua & akhirnya dikabulin juga ama Allah.

Tukang Mampir mengatakan...

untuk itu perlu kecerdasan emosi tuh.perlu belajar lebih dalam. Biar gak menyai2.nyiakan anak.

Bintang mengatakan...

aku tuh kadang gak tega kalo marahin anak..marah dikit aja..abis itu langsung aku peluk..n malah aku yang minta2 maaf ke anakku..

Raini Munti mengatakan...

i think im gonna be a good mom :)

Raini Munti mengatakan...

u are a good mom too:)

alrisblog mengatakan...

Wah miris denger makiannya. Smoga gak terulang...
Salam kenal.
ALRIS

~PakKaramu~ mengatakan...

Salam ziarah dari Pak karamu

Poskan Komentar