Jumat, 17 Juli 2009

Too Much Love Will Kill You

Too Much Love Will Kill You, judul lagu dari Queen. Lagu yang populer di tahun 1990-an. Itu menurut seorang teman kantor yang 5 tahun lebih tua dariku. Beberapa lagu Queen cukup akrab di telingaku, kecuali lagu ini. Saya baru mendengar hingga kemudian tahu bahwa ini milik Queen, ketika kasus pembunuhan Nasruddin dengan tersangka Antasari Azhar heboh menjadi pemberitaan di mana-mana. Lagu ini dijadikan soundtrack oleh Metro TV setiap kali berita ini yang ditayangkan.

Too much love will kill you
If you can’t make up your mind
Torn between the lover
And the love you leave behind


Slide gambar Antasari yang dikerubuti wartawan, foto Rani yang itu-itu saja (waktu itu Rani belum menampakkan diri), serta foto Nasruddin semasa hidupnya, muncul bergantian diiringi lagu ini.

Saya sedikit merasa geli. Geli karena di benakku, “ Pilihan lagu yang sangat pas”. Memang benar ya, terlalu banyak cinta bisa membunuhmu. Cinta bisa membunuh seseorang dalam arti sebenarnya atau dalam makna kiasan. Lihat saja masih sering diberitakan orang-orang yang umumnya masih muda, rela bunuh diri karena patah hati. Laki atau perempuan, pasti ada. Padahal kalau dipikir, mereka kan masih muda. Masih banyak hal yang bisa dilakukan. Masih banyak waktu untuk mencari cinta yang lain. Yah yang mereka pikirkan pastilah macam-macam. Mungkin ada yang berpikir, hanya sang kekasih itu yang dicintainya. Tidak akan mungkin akan menemukan orang lain yang bisa membuatnya jatuh cinta lagi. Hidupnya tidak akan berarti lagi tanpa dia. Dan seterusnya…

Saya sering mendengar kata-kata bijak, ”Jangan berikan cintamu seluruhnya kepada seseorang, sebab jika putus cinta akan sangat sakit”. Saya sangat setuju. Semakin banyak cinta, semakin besar harapan, semakin sakit pula jika dikecewakan. Cintai seadanya saja. Hehehe sekedar bicara memang gampang ya… Terlepas bahwa bunuh diri adalah dosa, bagiku rugi sekali kalau harus mati karena cinta. Kehilangan nyawa, sementara orang yang menjadi penyebab kematian kita baik-baik saja. Okelah pada awalnya ia akan merasa bersalah, namun setelah itu hidupnya akan normal kembali seiring dengan berjalannya waktu. Yaitu ketika ia menjalani kehidupannya bersama orang-orang yang ia cintai.

Jadi, daripada pusing memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita lebih baik mengisi waktu dengan melakukan aktivitas yang berguna. Pasti deh ada hikmah dari setiap kejadian tidak mengenakkan yang dialami. Klise memang. Sebenarnya pelajaran hidup itu ada dimana-mana. Tidak harus mengalami peristiwa tragis dulu baru bisa mendapatkan pelajaran berharga. Hal-hal kecil pun bisa memberi hikmah. Tergantung seberapa peka kita melihatnya.

2 komentar:

Jagania Karomu.... mengatakan...

yup..too much love can kill us...cinta ini membunuhku..jadi melo baca cerita ibu muda ini (eh belum nikah di..hehe)..sya promosikan juga nech..heheh..baca juga artikel terbaruku tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga

Suharto mengatakan...

Mbak Hana salam kenal,

Memang benar ya lagunya Queen pas benar untuk trailer Antasari di Metrotv.
Benar atau tidaknya tuduhan pada Antasari saya patut menyayangkan.
Karena negara sedang membutuhkan orang seperti dia, saat itu KPK benar-benar momok yang menakutkan bagi koruptor.

Saat dipuncak karier, tersandung masalah, ada wanita pula.

Kalau Antasari penggemar musik tentu mengenal baik Group musik Queen, karena Queen terkenal jaman Antasari masih muda.
Seingat saya "Too Much Love Will Kill You" dulu nomor yang kurang populer dibanding lagunya Queen yang lain seperti "We are the champion" dll.
Warna music seperti Queen seingat saya dulu orang menyebutnya aliran Blues, mungkin artinya sedih karena lagu2nya mengalun seperti itu.
Selain Queen menurut saya yang mirip2 suaranya dan musiknya adalah Scorpion dan Air Supply.
Lebih jauh lagi kebelakang berbarengan dengan waktu munculnya The Beatles, yang mirip Queen adalah The Cats dengan lagunya "Scarlet Ribbon"

Poskan Komentar