Senin, 14 Februari 2011

Sepotong Hikmah

3 komentar
Allah SWT, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi memang Maha Segalanya. Dia brilian. Dia tahu apa yang diperlukan hambaNya, walau itu mungkin tidak diinginkan.

Ini terlintas di benakku saat membaca sebuah novel dengan tokoh utama seorang gadis kecil berambut merah, Anne yang tidak menarik secara fisik bahkan terkesan aneh karena pikirannya penuh dengan imajinasi yang sangat luas. Namun di balik keanehannya itu ia telah menyelamatkan nyawa seorang anak kecil. Ibu dari anak kecil itu sebelumnya sempat melarang anaknya yang lain bermain dengan si gadis berambut merah itu karena sebuah insiden akibat dari kecerobohannya. Anne of Green Gables judulnya.

Baiklah tidak akan saya ceritakan seluruh isi novel itu. Yang terpikir olehku adalah… betapa hal yang sangat buruk pun bagi seseorang bisa membawa kebaikan bagi orang itu. Anne yang sangat aneh dan selalu mengoceh tentang khayalannya, yang bagi banyak orang dewasa sangat tidak lazim ternyata bisa melakukan tindak penyelamatan terhadap batuk sesak yang hampir merenggut nyawa anak si ibu yang sempat membencinya.

Dari isi novel itu, pikiranku kemudian beralih ke pengalaman hidup ibu kosku yang sudah 5 tahun menikah belum memiliki anak. Beliau adalah seorang wanita muda (setahun di bawah umurku) yang penyayang terhadap anak-anak. Padahal kalau dipikir, dari sifat penyayangnya itu beliau sudah sangat pantas menjadi seorang ibu. Tapi kenapa ya Allah belum juga memberinya anak ? Allah mempunyai rencanaNya sendiri. Kita tidak bisa mengetahui persis. Namun pikiran sederhanaku berkata, mungkin salah satu hikmah yang Allah ingin perlihatkan adalah biarlah sang ibu kos menyebarkan begitu banyak kasih sayang kepada anak-anak di sekitarnya terutama yang tidak mampu. Saat ini bapak dan ibu kosku baru saja merawat seorang bayi perempuan berusia 6 hari. Sejak 1 bulan sebelum lahir ibu anak itu tinggal bersama kami hingga sekarang. Rencananya anak itu akan mereka diadopsi.

Sementara banyak wanita yang kalau dilihat dari perilakunya, masih perlu banyak belajar untuk menjadi ibu yang penyayang dan telaten mengurus anak malah telah diberi kepercayaan oleh Sang Pencipta. Lagi-lagi pikirku, Dia punya rencana. Saya teringat artis Tamara Geraldine. Sewaktu masih kuliah saya pernah melihat berita tentang dia di sebuah infotainment (hehehe waktu belum insyaf, nonton infotainment). Ketika diwawancara dia mengatakan ketika masih lajang, dia termasuk perempuan yang jauh dari sifat penyayang terhadap anak kecil malah terkesan galak. Cukup dengan satu tatapan mata melotot saja anak kecil dijamin langsung takut :). Namun sifat itu berubah ketika dia menikah dan punya anak. Sifat galak berubah menjadi wanita yang penyayang dan hangat terhadap anak-anak.

Saat ini, tulisan ini lah yang terlintas di benakku. Saya senang mencari-cari hikmah apa yang ada dari kejadian yang saya atau orang-orang di sekitarku alami. Mungkin terkesan mengkait-kaitkan, paling tidak hikmah inilah yang membuatku tidak menyesali setiap hal kurang menyenangkan yang terjadi padaku.