Minggu, 28 Juni 2009

Khayalan sederhana

2 komentar


Beberapa waktu lalu saya bersama empat orang teman berekreasi ke Danau Linow di daerah Tomohon. Begitu turun dari mobil, spontan saya mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kekaguman yang besar. Tidak langsung bertasbih, astagfirullah. Indah, cantik, tenang. Itu kesan pertama yang muncul. Airnya berwarna hijau tidak merata, di suatu sisi berwarna hijau muda, di sisi lain hijau sedikit lebih tua. Rupanya tempat ini masih terbilang baru dibuka. Menurut teman yang membawa kami kesana, baru dua tahun dibuka. Mungkin karena itulah dan bukan hari libur (waktu itu hari Jumat), tempatnya tidak terlalu banyak pengunjungnya. Tapi itu yang saya suka. Mengunjungi tempat wisata alam yang tidak terlalu ramai. Ketenangannya masih terasa. Kalau mendengar dialek orang-orang yang berkunjung, kebanyakan orang dari luar Sulawesi Utara. Logat Jakarta, Bandung, Makassar (itu kami hehehe), sedangkan turis asing ada yang turis barat entah dari negara mana serta turis Asia.

Jumat, 26 Juni 2009

Kisah Penderita Sindrom Tourette

1 komentar
Semalam nonton sebuah film di HBO. Sayangnya saya tidak tahu judulnya. Terlambat menyalakan televisi. Sampai filmnya habis, judulnya tidak pernah muncul. Film yang sederhana tapi menyentuh. Tentang seorang pemuda penderita Sindrom Tourette, Brad Cohen yang ingin sekali menjadi guru. Itu cita-citanya sejak kecil. Berkali-kali melamar di sekolah, berkali-kali pula ditolak. Dia cerdas, seandainya tidak memiliki “disability” ini pasti tidak perlu melamar sampai 25 sekolah untuk bisa diterima menjadi pengajar. Yang menjadi kendala adalah pihak sekolah khawatir jika guru dengan kelainan ini bisa mempengaruhi mental anak-anak didiknya. Pelajaran tidak dapat diserap dengan baik karena mereka harus terganggu dengan suara-suara dan gerakan si guru yang keluar secara refleks.

Kisah di penderita Sindrom Tourette

0 komentar
Semalam nonton sebuah film di HBO. Sayangnya saya tidak tahu judulnya. Terlambat menyalakan televisi. Sampai filmnya habis, judulnya tidak pernah muncul. Film yang sederhana tapi menyentuh. Tentang seorang pemuda penderita Sindrom Tourette, Brad Cohen yang ingin sekali menjadi guru. Itu cita-citanya sejak kecil. Berkali-kali melamar di sekolah, berkali-kali pula ditolak. Dia cerdas, seandainya tidak memiliki “disability” ini pasti tidak perlu melamar sampai 25 sekolah untuk bisa diterima menjadi pengajar. Yang menjadi kendala adalah pihak sekolah khawatir jika guru dengan kelainan ini bisa mempengaruhi mental anak-anak didiknya. Pelajaran tidak dapat diserap dengan baik karena mereka harus terganggu dengan suara-suara dan gerakan si guru yang keluar secara reflek.

Kamis, 25 Juni 2009

5 Things I'd Like to See Disappear Forever!

0 komentar

5 Things I'd Like to See Disappear Forever : liers, gossipers, things that smells bad, jealousy, rudeness.

Wallpost-ku di Facebook tanggal 25 Juni 2009 hari Kamis. Lier atau pembohong kupilih pertama. Itu yang pertama terpikir di benakku. Alasannya, saya sendiri adalah orang yang sangat menghargai kejujuran. Jujur adalah salah satu prinsip hidupku. Apapun itu lebih baik jika dikatakan yang sebenarnya. Bohong untuk menyenangkan hati orang lain efeknya hanya sementara. Dan selanjutnya hanya membuat kecewa, sedih, dan terkhianati.

Bayangkan orang yang sehari-hari selalu menggunakan kejujuran di setiap langkahnya, harus menerima pedihnya dibohongi. Wuih sakit… Niat baik untuk tidak berburuk sangka kepada orang lain ternyata bisa mengakibatkan “si empu niat baik” itu terluka hatinya.

Tetapi selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian buruk yang menimpa manusia. Masih bisa kuucapkan Alhamdulillah atas cobaan ini. Syukurlah saya hanya merasakan sakit hati karena dikhianati. Bukan beban mental karena telah mengkhianati orang lain. Menyakiti hati orang, ternyata bagiku bisa menjadi beban moral yang berat. Merasa bersalah. Kata “maaf” bisa saja diucapkan dengan penuh penyesalan. Dan orang yang tersakiti itu bisa saja memaafkan. Tetapi tahukah kita seberapa ikhlas sang “korban” memaafkan kita. Atau malah dia tidak akan pernah memaafkan kita ? Jadi, biarlah saya saja yang sakit, bukan orang lain. Luka di hati Insya Allah bisa disembuhkan perlahan-lahan. Masih ada Allah SWT yang akan selalu memberi petunjukNya. Selama hanya Dia-lah tempat kita berserah diri.

Selasa, 16 Juni 2009

Belumlah terlambat

3 komentar
Belumlah terlambat untuk blogging :). Dengar istilah blog sebenarnya sudah lama tapi tidak pernah tertarik untuk mencoba membuatnya. Kupikir buat apa sih? Belum perlu. Tapi sejak kena demam Facebook jadi kepikiran buat blog. Ingin menulis apapun yang terlintas di benakku, namun tidak di Facebook. Dimana semua temanku bisa membacanya. Padahal blog juga memungkinkan semua orang membaca ya? :)Yaah paling tidak, tidak "segratis" di Facebook.
Akhirnya kuputuskan untuk membuat sebuah akun disini. Itupun atas masukan seorang "kopral" :). Dan ternyata... akun atas nama imelku sudah terdaftar sejak Juli 2008. Itu berarti sebenarnya niat untuk buat blog sudah sejak setahun lalu.
Sekarang akun blog sudah ada. Mau tulis apa nih??